MAKALAH
PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
MAKALAH
KEBUDAYAAN
INDONESIA DARI SEGI
KEBUDAYAAN
NAMA :
AGIL BRIANTORO
NPM/KELAS :
10418277 / 1IB02
UNIVERSITAS GUNADARMA
TAHUN PELAJARAN 2019-2020
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Allah
SWT karena atas rahmat dan karunia-Nya kami dapat menyelesaikan
makalah PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN# tentang MAKALAH KEBUDAYAAN
INDONESIA
DARI SEGI KEBUDAYAAN ini. Kami menyadari
bahwa dalam penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan, baik dari segi isi,
penulisan maupun kata-kata yang digunakan. Oleh karena itu, segala kritik dan
saran yang bersifat membangun guna perbaikan bagi kami dalam membuat makalah
selanjutnya, akan kami terima dengan senang hati. Tidak lupa kami mengucapkan
terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah
ini.
Akhirnya,
tiada gading yang tak retak, meskipun dalam penyusunan makalah ini kami telah
mencurahkan kemampuan, namun kami sangat menyadari bahwa hasil penyusunan
makalah ini jauh dari sempurna dikarenakan keterbatasan data dan referensi
maupun kemampuan kami. Oleh karena itu kami sangat mengharapkan saran serta
kritik yang membangun dari berbagai pihak. terimakasih.
DAFTAR ISI
BAB I
A. Latar
Belakang
Kebudayaan atau yang
dapat disebut juga “Peradaban” mengandung pengertian yang sangat luas dan
mengandung pemahaman perasaan suatu bangsa yang sangat kompleks meliputi
pengetahuan, kepercayaan, seni,moral, hukum, adat-istiadat, kebiasaan dan
pembawaan lainnya yang diperoleh dari anggota masyarakat. (Taylor, 1897).
Mempelajari kebudayaan
bukanlah suatu kegiatan yang mudah dan sederhana, karena banyak sekali batasan
konsep dari berbagai bahasa, sejarah, sumber bacaan atau literatur baik
pendekatan metode juga telah banyak disiplin ilmu lain yang juga mengkaji
berbagai macam permasalahan terkait kebudayaan seperti, Sosiologi, Psikoanalisis,
Psikologi (Perilaku) dan sebagainya yang masing-masing mempunyai tingkat
kejelasan sendiri-sendiri tergantung pada konsep dan penekanan masing-masing.
Apabila ditinjau dari
asal katanya, maka “Kebudayaan” berasal dari bahasa Sanskerta yaitu
“Budhayah”, yang merupakan bentuk jamak dari “Budhi‟
yang berarti Budi atau Akal. Dalam hal ini,‟Kebudayaan‟ dapat diartikan sebagai
Hal-hal yang bersangkutan dengan budi atau akal.
Dalam disiplin Ilmu
Antropologi Budaya, pengertian Kebudayaan dan Budaya tidak dibedakan. Adapun
pengertian Kebudayaan dalam kaitannya dengan Ilmu Sosial Budaya Dasar (ISBD)
adalah: “Penciptaan, penertiban dan pengolahan nilai-nilai insani yang tercakup
di dalamnya usaha memanusiakan diri di dalam alam lingkungan, baik fisik maupun
sosial”. Manusia memanusiakan dirinya dan memanusiakan lingkungannya
B.
Rumusan Masalah
1.
Apa yang dimaksud dengan
kebudayaan?
2.
Sebutkan unsur
dan ciri-ciri kebudayaan?
3.
Apa saja teori dan
karakteristik kebudayaan?
4.
Bagaimana dampak
masuknya budaya asing ?
C.
Tujuan
1.
Untuk mengetahui yang
dimaksud dengan kebudayaan
2.
Untuk mengetahui unsur
dan ciri-ciri kebudayaan
3.
Untuk mengetahui teori
dan karakteristik kebudayaan
4.
Untuk mengetahui dampak
masuknya budaya asing
D.
Manfaat
1.
Mengetahui yang dimaksud
dengan kebudayaan
2.
Mengetahui unsur dan
ciri-ciri kebudayaan
3.
Mengetahui teori dan
karakteristik kebudayaan
1.
BAB II
A.
Pengertian Kebudayaan
Kata kebudayaan berasal dari bahasa sansekerta yaitu Buddhayah dari
kata buddhi yang artinya budi atau akal, maka kebudayaan adalah sebagai hal-hal
yang bersangkutan dengan budi atau akal. Dalam bahasa Inggris kebudayaan
disebut “culture”, yang berasal dari kata lain yaitu:”colere” yang berarti
mengolah atau mengerjakan tanah atau bertani. Dalam bahasa Indonesia, kata
culture di adopsi menjadi kultur.
Sedangkan pengertian mengenai kebudayaan sendiri yaitu sistem
pengetahuan yang meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran
manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah
benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa
perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola
perilaku, bahasa,
peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk
membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.
Berikut ini pandangan para ahli tentang
kebudayaan :
·
Sir Edward Burnet Tylor
Kebudayaan adalah kompleks keseluruhan yang meliputi:
pengetahuan, kepercayaan, kesenian, hokum, moral, kebiasaan, dan lainnya yang
diperoleh manusia sebagai anggota masyarakat.
·
Melville J. Herkovits
Kebudayaan sebagai suatu superorganic karena kebudayaan yang turun
temurun tidak pernah akan ditinggalkan walaupun masyarkata senantiasa silih
berganti.
·
Koentjaraningrat
Kebudayaan adalah keseluruhan system gagasan,
tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan bermasyarakat yang
dijadikan milik diri manusia dengan belajar.
·
Selo Soemarjan dan
Soelaiman Soemardi
Kebudayaan adalah semua
hasil karya, rasa dan cipta manusia.
B. Teori Kebudayaan
Teori kebudayaan antara
lain :
· kebudayaan dapat dipelajari
· kebudayaan berasal dari segi biologis,
lingkungan, psikologis, dan komponen sejarah eksistensi manusia
· kebudayaan mempunyai struktur
· kebudayaan dapat dipecah-pecah ke dalam berbagai
aspek
· kebudayaan bersifat dinamis
· kebudayaan mempunyai variabel
· kebudayaan
memperlihatkan keteraturan yang dapat dianalisis dengan metode ilmiah
· kebudayaan
merupakan alat bagi seseorang (individu) untuk mengatur keadaan totalnya dan
menambah arti kesan kreatif
C.
Karakteristik Budaya
Budaya memiliki sifat
universal, artinya terdapat sifat-sifat umum yang melekat pada setiap budaya,
kapan pun dan dimanapun budaya itu berada. Adapun sifat itu adalah :
· kebudayaan adalah milik bersama
· kebudayaan merupakan hasil belajar
· kebudayaan didasarkan pada lambang
· kebudayaan terintegrasi
· kebudayaan dapat disesuaikan
· kebudayaan selalu berubah
· kebudayaan bersifat nisbi (relatif)
D.
Unsur-unsur Kebudayaan
Unsur kebudayaan
universal dipecah dalam unsure yang lebih kecil.
·
Culture Universe
kebudayaan
semesta yang dijumpai di kelompok manapun di dunia
·
Culture activities
kegiatan
kebudayaan setempat
·
Trait Complexes
alat-alat yang melengkapi kegiatan
kebudayaan setempat
·
Traits
unsure pelengkap yang lebih kecil daripada
kompleks unsure yang masih bisa diuraikan satu persatu. Misalnya: kerangka
unsure bajak dalam pertanian, unsure pelengkapnya terdiri dari bajak itu
sendiri, orangdan binatang
·
Items
unsure
terkecil yang taidak bisa diuraikan lagi. Misalnya:bajak terdiri dari penarik,
pisau bajak, dan kemudi
Ada beberapa ahli yang menyebutkan adanya unsur-unsur kebudayaan,
antara lain :
1.
Melville J. Herskovits
Menyebutkan ada empat
unsur pokok kebudayaan, yaitu:
· Alat-alat teknologi
· Sistem ekonomi
· Keluarga
· Kekuasaan politik
2.
Clyde Kluckhohn
Menyebutkan tujuh unsur kebudayaan, yaitu:
· Peralatan dan perlengkapan hidup manusia
· Mata pencarian hidup dan sistem ekonomi
· Sistem kemasyarakatan
· Bahasa
· Kesenian
· Sistem pengetahuan
· Sistem kepercayaan
Unsur-unsur pokok
kebudayaan diatas disebut sebagai kebudayaan universal.
1. Ralph Linton
Kegiatan kebudayaan
dapat dipilah menjadi unsur-unsur yang lebih kecil lagi.
· Peralatan dan perlengkapan hidup
· Sistem mata pencarian: berburu dan meramu,
berternak, bertani, berdagang. dan menangkap ikan
· Sistem kemasyarakatan: Sistem kekerabatan,
Organisasi sosial, Bahasa, Kesenian, Sistem ilmu dan pengetahuan, dan Sistem
kepercayaan (religi)
2. Koentjaraningrat(7 unsur kebudayaan yang
universal)
Koentjaraningrat
menyebut 7 unsur pokok yang universal, yakni :
· Peralatan dan perlengkapan hidup
· Mata pencaharian hidup dan system ekonomi
· System kemasyarakatan
· Bahasa
· Kesenian
· System pengetahuan
· Religi
E. Hubungan Antara Unsur-Unsur
Kebudayaan
Komponen-komponen atau unsur-unsur utama dari
kebudayaan antara lain:
·
Peralatan dan
perlengkapan hidup (teknologi)
Teknologi merupakan salah satu komponen
kebudayaan. Teknologi menyangkut cara-cara atau teknik memproduksi, memakai, serta
memelihara segala peralatan, dan perlengkapan. Teknologi muncul dalam cara-cara
manusia mengorganisasikan masyarakat, dalam cara-cara mengekspresikan rasa
keindahan, atau dalam memproduksi hasil-hasil kesenian.
Masyarakat kecil yang
berpindah-pindah atau masyarakat pedesaan yang hidup dari pertanian paling sedikit mengenal delapan macam
teknologi tradisional (disebut juga sistem peralatan, dan unsur kebudayaan
fisik), yaitu:
Ø alat-alat produktif
Ø wadah
Ø tempat berlindung, dan perumahan
·
Sistem mata pencaharian
Perhatian para ilmuwan pada sistem mata pencaharian ini terfokus
pada masalah-masalah mata pencaharian tradisional saja, di antaranya:
·
Sistem kekerabatan dan
organisasi sosial
Sistem kekerabatan merupakan bagian yang sangat penting dalam
struktur sosial. Meyer Fortes mengemukakan bahwa sistem kekerabatan
suatu masyarakat dapat dipergunakan untuk menggambarkan struktur sosial dari
masyarakat yang bersangkutan.
Kekerabatan adalah unit-unit sosial yang terdiri dari beberapa keluarga yang
memiliki hubungan darah atau hubungan perkawinan. Anggota kekerabatan terdiri
atas ayah, ibu, anak, menantu, cucu, kakak, adik, paman, bibi, kakek, nenek,
dan seterusnya.
Dalam kajian sosiologi-antropologi, ada beberapa macam kelompok kekerabatan dari
yang jumlahnya relatif kecil hingga besar seperti keluarga ambilineal, klan, fatri, dan paroh masyarakat. Di masyarakat umum kita juga mengenal kelompok
kekerabatan lain seperti keluarga
inti, keluarga luas, keluarga bilateral, dan keluarga unilateral.
Sementara itu, organisasi sosial adalah perkumpulan sosial yang
dibentuk oleh masyarakat, baik yang berbadan hukum maupun yang tidak
berbadan hukum, yang berfungsi sebagai sarana partisipasi
masyarakat dalam pembangunan bangsa, dan negara. Sebagai makhluk yang selalu hidup bersama-sama, manusia
membentuk organisasi sosial untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu yang tidak dapat
mereka capai sendiri.
F. Dampak Masuknya
Budaya Asing dan Hubungan Antar Budaya
Dampak Positf yang timbul era globalisasi dan kemajuan teknologi
kemajuan sekarang ini memang tidak dapat dipungkiri masuknya juga kebudayaan
asing yang menyertai. Masuknya teknologi beserta budaya akan diadopsi dan
disesuaikan dengan selera masyarakat setempat. Itulah yang dimaksud dengan alih
teknologi. Kemudahan untuk mendapatkan informasi dan kebiasaan berkompetensi
juga merupakan salah satu dampak positif masuknya kebudayaan asing.
Dampak positif globalisasi, antara lain sebagai berikut.
Ø
Kemajuan di bidang
teknologi, komunikasi, informasi, dan transportasi yang memudahkan kehidupan
manusia.
Ø
Kemajuan teknologi
menyebabkan kehidupan sosial ekonomi lebih produktif, efektif, dan efisien
sehingga membuat produksi dalam negeri mampu bersaing di pasar internasional.
Ø
Kemajuan teknologi
memengaruhi tingkat pemanfaatan sumber daya alam secara lebih efisien dan
berkesinambungan.
Ø
Kemajuan iptek membuat
bangsa Indonesia mampu menguasai iptek sehingga bangsa Indonesia mampu sejajar
dengan bangsa lain.
2. Dampak Negatif
Dampak negative yang timbul juga dapat terjadi dengan masuknya
kebudayaan asing, seperti sikap individualis dan mengabaikan nilai budaya yang
ada di masyarakat dan yang dapat kita lihat dimasyarakat munculnya sifat
konsumerisme akibat banyaknya produk-produk di dalam negeri.
Globalisasi juga
mempunyai dampak negatif, antara lain sebagai berikut.
Ø Terjadinya sikap mementingkan diri sendiri
(individualisme) sehingga kegiatan gotong royong dan kebersamaan dalam
masyarakat mulai ditinggalkan.
Ø
Terjadinya sikap
materialisme, yaitu sikap mementingkan dan mengukur segala sesuatu berdasarkan
materi karena hubungan sosial dijalin berdasarkan kesamaan kekayaan, kedudukan
sosial atau jabatan. Akibat sikap materialisme, kesenjangan sosial antara
golongan kaya dan miskin semakin lebar.
Ø
Adanya sikap sekularisme
yang lebih mementingkan kehidupan duniawi dan mengabaikan nilai-nilai agama.
Ø
Timbulnya sikap bergaya
hidup mewah dan boros karena status seseorang di dalam masyarakat diukur
berdasarkan kekayaannya.
Ø
Tersebarnya nilai-nilai
budaya yang melanggar nilai-nilai kesopanan dan budaya bangsa melalui media
massa seperti tayangan-tayangan film yang mengandung unsur pornografi yang
disiarkan televisi asing yang dapat ditangkap melalui antena parabola atau
situs-situs pornografi di internet.
Ø
Masuknya budaya asing
yang tidak sesuai dengan nilai-nilai budaya bangsa, yang dibawa para wisatawan
asing. Misalnya, perilaku seks bebas (free sex).
BAB III
A.
KESIMPULAN
Kebudayaan merupakan
pengetahuan yang merupakan system ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran
manusia. Perwujudan kebudayaan diciptakan manusia sebagai makhluk yang
berbudaya, berupa prilaku dan benda-benda yang bersifat nyata. Kebudayaan
dimiliki oleh setiap manusia, kebudayaan membentuk karakter manusia dalam
tindakan-tindakan yang dilakukan sehari-hari.
Setiap Negara memiliki
kebudayaan yang berbeda-beda. Seiring dengan berjalannya waktu, di era
globalisasi dan kemajuan teknologi seperti saat ini tidak dipungkiri masuk juga
kebudayaan asing sehingga terjadi interaksi antara berbagai kebudayaan. Dimana
budaya asli berinteraksi dengan budaya asing yang makin berkembang dari Negara
lain. Interaksi tersebut menciptakan Hubungan yang terwujud dalam
bentuk akulturasi, asimilasi, sintesis dan penetrasi. Masuknya budaya asing dan
hubungan antar budaya tersebut tentu akan menciptakan dampak yang bersifat
positif dan negative.
B.
SARAN
Kita sebagai manusia
yang berbudaya harus dapat berprilaku sesuai norma atau aturan yang menjadi
kebudayaan yang telah diwariskan oleh nenek moyang kita. Kita juga wajib
menghormati kebudayaan dengan selalu menjaga dan memelihara kebudayaan
tersebut.
Sebagai manusia yang
tidak ingin tertinggal oleh zaman tentu kita selalu mengikuti kemajuan
teknologi namun kita sebagai manusia yang mempunyai budaya juga harus mampu menyaring setiap dampak positif dan negative dari
masuknya kebudayaan asing sehingga kita bisa menjaga kebudayaan asli kita.

Komentar
Posting Komentar